Bandung, 03 Agustus 2026 –Kiprah akademik dosen Universitas Tadulako (UNTAD) kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNTAD, Prof. Dr. Sahrul Saehana, S.Pd., M.Si., dipercaya menjadi anggota tim penguji pada Sidang Terbuka Program Doktor Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu perguruan tinggi terbaik dan paling bergengsi di Indonesia.
Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa kepakaran dosen UNTAD tidak hanya diakui di lingkungan internal perguruan tinggi, tetapi juga mendapat apresiasi dari institusi akademik terkemuka di tingkat nasional. Keterlibatan Prof. Sahrul dalam proses akademik di ITB menjadi bukti semakin kuatnya jejaring akademik yang dibangun UNTAD dengan berbagai perguruan tinggi unggulan di Indonesia.
Sidang doktor tersebut dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2026, di Ruang Seminar Gedung BSC-A, Kampus ITB, Bandung. Kandidat doktor yang diuji adalah Aan Priyanto dari Program Studi Doktor Fisika dengan disertasi berjudul “Pengendalian Mikroplastik Berbasis Pendekatan Fisika: Inovasi dalam Deteksi Luminesen, Analisis Morfologi, dan Optimasi Koagulasi.”
Dalam sidang tersebut, Prof. Sahrul bergabung bersama para akademisi terkemuka lainnya, yakni Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si. dan Prof. Emenda Sembiring, S.T., M.T., M.Eng.Sc., Ph.D. Tim promotor dipimpin oleh Prof. Dr.-Eng. Khairurrijal, M.Si., didampingi Dr. Dian Ahmad Hapidin, S.Si., M.Si., serta Prof. Dr. Mahardika Prasetya Aji, M.Si. dari Universitas Negeri Semarang. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Siti Nurul Khotimah, M.Sc.
Sebagai anggota tim penguji, Prof. Sahrul memberikan penilaian terhadap kualitas ilmiah disertasi, ketepatan metodologi penelitian, kedalaman analisis, serta kontribusi hasil penelitian terhadap pengembangan ilmu fisika, khususnya dalam pengendalian pencemaran mikroplastik melalui pendekatan multidisiplin. Keterlibatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kompetensi akademik Prof. Sahrul di bidang fisika dan pendidikan sains. Selama ini, ia aktif melakukan penelitian, publikasi ilmiah, serta membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian di tingkat nasional maupun internasional.
Di lingkungan UNTAD sendiri, Prof. Sahrul dikenal sebagai salah satu akademisi yang produktif dalam pengembangan pendidikan sains dan fisika. Ia juga merupakan profesor termuda yang dimiliki UNTAD, sebuah capaian yang mencerminkan prestasi akademik sekaligus produktivitas ilmiahnya dalam usia yang relatif muda.
Kepercayaan ITB kepada Prof. Sahrul menunjukkan bahwa kualitas sumber daya akademik UNTAD semakin diperhitungkan. Keterlibatan dosen sebagai penguji eksternal pada sidang doktor di perguruan tinggi terkemuka merupakan bagian penting dari proses penjaminan mutu pendidikan tinggi serta penguatan jejaring keilmuan antarinstitusi.
Bagi UNTAD, partisipasi Prof. Sahrul dalam forum akademik tersebut menjadi representasi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat nasional. Selain memperluas kolaborasi, keikutsertaan dosen dalam berbagai kegiatan akademik di perguruan tinggi ternama juga membuka peluang kerja sama penelitian, publikasi, maupun pengembangan sumber daya manusia.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan semakin tingginya kepercayaan perguruan tinggi unggulan di Indonesia terhadap kepakaran dosen-dosen UNTAD. Pengakuan tersebut menjadi modal penting bagi peningkatan reputasi institusi serta penguatan budaya akademik yang berorientasi pada kualitas dan kolaborasi.
Melalui kiprah Prof. Sahrul Saehana sebagai penguji doktor di ITB, UNTAD kembali menunjukkan bahwa dosen-dosennya mampu berkontribusi dalam proses akademik pada perguruan tinggi papan atas di Indonesia. Keterlibatan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi UNTAD sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan pendidikan tinggi di tingkat nasional.

