Dua Guru Besar Untad Isi Kuliah Tamu di Universitas Madako, Bahas Growth Mindset dalam Pembelajaran Abad 21

0
41

Tolitoli – Dua Guru Besar Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Rostiati Rahmatu, M.P. dan Prof. Dr. Ir. Muhd. Nur Sangadji, DEA, menjadi narasumber utama dalam kuliah tamu bertema “Pendidikan dan Pembelajaran Abad 21” yang diselenggarakan Universitas Madako Tolitoli (UMADA), Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Madako Tolitoli tersebut dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen. Kehadiran dua profesor dari Universitas Tadulako menjadi daya tarik tersendiri karena keduanya dikenal memiliki pengalaman panjang dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas akademik di perguruan tinggi. Kuliah tamu mengangkat subtema “Growth Mindset: Based on Behavior of Nature”, yang menyoroti pentingnya membangun pola pikir berkembang sebagai fondasi menghadapi tantangan abad ke-21 yang ditandai oleh perubahan teknologi, transformasi sosial, dan kompetisi global yang semakin dinamis.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Universitas Madako Tolitoli, Drs. Theopilus C. Motoh, M.M., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tadulako atas kesediaan menghadirkan dua guru besarnya untuk berbagi pengalaman dan wawasan kepada sivitas akademika UMADA. Menurutnya, kehadiran akademisi senior dari Universitas Tadulako merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perkembangan pendidikan tinggi dan tantangan pembelajaran masa depan.

Dalam pemaparannya, Prof. Rostiati menjelaskan bahwa pendidikan abad ke-21 tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan semata. Dunia pendidikan saat ini menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan yang berlangsung cepat. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menjadi problem solver dan agen perubahan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Prof. Nur Sangadji mengupas konsep growth mindset sebagai pola pikir yang meyakini bahwa kecerdasan, keterampilan, dan kemampuan seseorang dapat terus berkembang melalui proses belajar yang berkelanjutan, kerja keras, serta kemampuan beradaptasi terhadap tantangan. Menurut Prof. Nur Sangadji, konsep tersebut memiliki keterkaitan erat dengan perilaku alam (behavior of nature), di mana setiap organisme memiliki kemampuan beradaptasi untuk bertahan hidup dan berkembang dalam lingkungan yang terus berubah.

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia pendidikan, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki mahasiswa. Individu yang memiliki growth mindset akan lebih siap menghadapi kegagalan, melihat tantangan sebagai peluang belajar, serta mampu terus meningkatkan kapasitas dirinya.

Paparan kedua guru besar Universitas Tadulako tersebut mendapat respons positif dari peserta. Sepanjang kegiatan, mahasiswa dan dosen terlihat aktif mengikuti materi yang disampaikan, termasuk dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan muncul dari peserta, mulai dari strategi membangun karakter pembelajar sepanjang hayat, cara mengembangkan budaya akademik yang produktif, hingga penerapan growth mindset dalam kehidupan kampus dan dunia kerja.

Antusiasme peserta juga terlihat dari tingginya tingkat kehadiran serta kesediaan mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Suasana diskusi yang hidup menunjukkan besarnya minat sivitas akademika terhadap tema yang diangkat oleh kedua guru besar Universitas Tadulako tersebut.

Melalui kegiatan ini, Universitas Tadulako kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tengah. Kehadiran Prof. Rostiati dan Prof. Nur Sangadji tidak hanya memperkuat jejaring akademik antarperguruan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya penyebarluasan gagasan dan praktik pendidikan yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here