Prof. Syukur Umar Paparkan Perspektif Akademik Investasi Kehutanan Berkelanjutan pada Forest Carbon Investment Forum

0
9

Palu, 27 Juni 2026 – UNTAD kembali menunjukkan kontribusinya dalam pengembangan sektor kehutanan nasional. Melalui salah satu guru besarnya, Prof. Dr. Ir. Syukur Umar, DESS, fakultas tersebut berpartisipasi sebagai narasumber dalam Forest Carbon Investment Forum: Membangun Kemitraan Strategis dalam Pengembangan Pasar Karbon yang diselenggarakan Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah XIV pada 25–26 Juni 2026 di Hotel Jazz Palu.

Keterlibatan Prof. Syukur Umar berawal dari permohonan resmi Balai Pengelolaan Hutan Lestari Wilayah XIV kepada Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako untuk menugaskan seorang akademisi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Fakultas Kehutanan kemudian menugaskan Prof. Syukur Umar untuk mewakili Universitas Tadulako dalam forum yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan sektor kehutanan.

Forum ini merupakan bagian dari rangkaian Forest Investment/Business Matching Roadshow yang digagas Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Kehutanan sebagai upaya memperkuat kemitraan dalam pengembangan investasi kehutanan dan pasar karbon di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Syukur Umar menyampaikan materi berjudul “Perspektif Akademik dalam Membangun Ekosistem Investasi Kehutanan Berkelanjutan.” Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa pengembangan investasi kehutanan tidak cukup hanya mengandalkan aspek ekonomi, tetapi harus dibangun di atas prinsip keberlanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Menurut Prof. Syukur, pengelolaan hutan yang berkelanjutan memerlukan ekosistem investasi yang didukung oleh kebijakan yang konsisten, tata kelola yang transparan, kepastian hukum, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan. Sinergi tersebut menjadi fondasi penting agar investasi di sektor kehutanan mampu memberikan manfaat jangka panjang tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan.

Ia juga menyoroti semakin pentingnya pasar karbon sebagai instrumen baru dalam mendukung pembiayaan konservasi dan rehabilitasi hutan. Dengan potensi sumber daya hutan yang besar, Indonesia memiliki peluang strategis untuk mengembangkan perdagangan karbon sekaligus meningkatkan kontribusi sektor kehutanan terhadap pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca.

Dalam perspektif akademik, Prof. Syukur menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyediakan hasil riset, inovasi, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti ilmiah. Kehadiran akademisi diharapkan mampu memperkuat kualitas pengambilan keputusan dalam pengembangan investasi kehutanan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya membangun kemitraan yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi multipihak tersebut dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam membangun ekosistem investasi kehutanan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan nasional.

Forum yang diselenggarakan BPHL Wilayah XIV tersebut menjadi ruang diskusi bagi berbagai pihak untuk bertukar gagasan mengenai peluang investasi kehutanan, pengembangan pasar karbon, serta berbagai strategi percepatan implementasi ekonomi hijau di Indonesia.

Bagi Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako, kepercayaan yang diberikan Kementerian Kehutanan melalui BPHL Wilayah XIV kepada Prof. Syukur Umar merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi akademik yang dimiliki sivitas fakultas dalam bidang kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam.

Partisipasi tersebut sekaligus mempertegas komitmen Universitas Tadulako untuk terus berkontribusi dalam penyusunan kebijakan dan pengembangan sektor kehutanan melalui penguatan riset, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat. Peran akademisi diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia kebijakan dengan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga pembangunan kehutanan Indonesia dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here