Pelopor menuju Unggul, Tangguh & Adaptif | dgb@untad.ac.id
Berita Saturday, 31 October 2026 Oleh: Admin DGB

Kolaborasi UNTAD–Unsulbar, Prof. Abd. Rahim Dampingi Petani Olah Kakao Bernilai Ekonomi

Majene, 31 Oktober 2026 – Guru Besar Universitas Tadulako (UNTAD), Prof. Dr. Abd. Rahim, memimpin Tim Pendamping UNTAD dalam Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (KOSABANGSA) yang menghadirkan inovasi pengolahan kakao ramah lingkungan bagi masyarakat Desa Manyamba, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Melalui program kolaborasi dengan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar), Prof. Abd. Rahim mendorong pemanfaatan potensi kakao secara lebih optimal untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal sekaligus pendapatan petani-peternak.

Kegiatan yang berlangsung pada 27–30 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Teknologi Tepat Guna Olahan Kakao Ramah Lingkungan untuk Meningkatkan Pendapatan Petani-Peternak di Desa Manyamba Kabupaten Majene”. Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.

Dalam kegiatan ini, UNTAD berperan sebagai Tim Pendamping, sedangkan Unsulbar menjadi Tim Pelaksana. Sebagai Ketua Tim Pendamping UNTAD, Prof. Abd. Rahim mengarahkan kolaborasi tersebut agar inovasi yang diperkenalkan tidak sekadar menjadi pengetahuan baru, tetapi dapat diterapkan dan dikembangkan oleh kelompok masyarakat sasaran.

Menurut Prof. Abd. Rahim, KOSABANGSA hadir untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum dioptimalkan. Pandangan tersebut menjadi landasan pelaksanaan program, terutama dalam mengubah hasil samping komoditas kakao yang sebelumnya kurang dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Salah satu sasaran program adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Manis. Kelompok ini mendapatkan pelatihan pengolahan biji kakao menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti cokelat batang, bubuk cokelat, minuman cokelat, es krim, serta aneka produk cokelat dengan tambahan kismis dan almond.

Pendampingan tersebut membuka peluang bagi kelompok perempuan tani untuk mengembangkan kakao tidak hanya sebagai komoditas bahan mentah, tetapi juga sebagai bahan baku produk pangan olahan. Diversifikasi produk diharapkan dapat memperluas peluang usaha sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian masyarakat.

Selain pengolahan biji kakao, program ini juga menyasar pemanfaatan kulit buah kakao yang selama ini cenderung dianggap sebagai limbah. Kelompok Tani-Ternak (KTT) SIPAKAINGA diperkenalkan pada teknologi pengolahan kulit kakao menjadi pakan ternak dan pupuk organik.

Pendekatan tersebut menerapkan konsep zero waste, yakni memanfaatkan hasil samping pertanian agar tidak terbuang, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat. Dengan demikian, pengembangan kakao di Desa Manyamba diarahkan pada pemanfaatan yang lebih menyeluruh, mulai dari biji hingga kulit buahnya.

Keterlibatan Prof. Abd. Rahim bersama Tim Pendamping UNTAD menjadi bagian penting dalam memperkuat proses transfer pengetahuan dan penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat. Kolaborasi lintas perguruan tinggi ini juga mempertemukan kapasitas akademik dengan kebutuhan kelompok tani dan peternak di tingkat desa.

Tim Pelaksana Unsulbar dipimpin oleh Ruth Dameria Haloho, S.Pt., M.Si., dengan anggota Andi Sukma Indah, S.Pt., M.Si., dan Dwi Ratna Sari, S.P., M.Si. Sementara itu, Tim Pendamping UNTAD melibatkan Prof. Abd. Rahim sebagai ketua dan Prof. Sitti Rahmawati sebagai anggota.

Program tersebut mendapat respons positif dari kelompok masyarakat yang terlibat. Ketua KTT SIPAKAINGA, Hamka, menyampaikan apresiasi atas pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh, khususnya mengenai inovasi pembuatan pakan ternak dan pupuk kompos dari kulit kakao.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua KWT Cantik Manis, Nurdiana. Ia menyatakan bahwa pendampingan tersebut memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi kelompoknya dalam mengolah biji kakao menjadi berbagai produk cokelat bernilai tambah yang berpotensi meningkatkan pendapatan kelompok.

Bagi Prof. Abd. Rahim, pengembangan teknologi tepat guna melalui program KOSABANGSA menunjukkan pentingnya kehadiran perguruan tinggi dalam menjawab persoalan konkret masyarakat. Inovasi yang dikembangkan perlu disesuaikan dengan potensi lokal dan kemampuan kelompok sasaran agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Kolaborasi Unsulbar dan UNTAD ini diharapkan menjadikan Desa Manyamba sebagai salah satu contoh pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal. Melalui integrasi pemanfaatan kakao sebagai sumber pangan, pakan, dan pupuk, komoditas tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi kehidupan ekonomi masyarakat.

Keterlibatan Prof. Abd. Rahim dalam program ini sekaligus memperlihatkan kontribusi akademisi UNTAD dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan inovasi. Program tersebut menegaskan bahwa potensi lokal, apabila dikelola dengan pendekatan teknologi yang tepat dan pendampingan yang memadai, dapat menjadi sumber pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.