Penguatan Kurikulum OBE, Prof. Anang Berbagi Perspektif dalam Workshop FAI Unismuh Palu

0
20

Palu, 17 September 2026 – Guru Besar Universitas Tadulako (UNTAD), Prof. Anang Wahid Muhammad Diah, M.Si., Ph.D., kembali berkontribusi dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi melalui keterlibatannya pada Workshop Kurikulum Berbasis Pendekatan Outcome Based Education (OBE) di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palu (FAI Unismuh Palu). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Swiss Belexpress Palu dan dihadiri pimpinan universitas, pimpinan fakultas, koordinator program studi, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta sejumlah mitra eksternal.

Workshop tersebut secara khusus membahas penguatan visi dan misi program studi sekaligus penyusunan kurikulum berbasis OBE. Forum ini menjadi ruang bagi FAI Unismuh Palu untuk mengevaluasi dan melakukan restrukturisasi kurikulum agar semakin sesuai dengan visi dan misi fakultas maupun universitas serta kebutuhan para pemangku kepentingan.

Kegiatan diikuti oleh lima program studi di lingkungan FAI Unismuh Palu, yakni S1 Hukum Keluarga Islam, S1 Pendidikan Agama Islam, PIAUD, S1 Hukum Ekonomi Syariah, serta S1 Komunikasi dan Penyiaran Islam. Selain unsur internal fakultas, kegiatan juga melibatkan Ketua Pengadilan Agama Islam, pimpinan wilayah, praktisi, alumni, mahasiswa, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pemangku kepentingan yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum.

Keterlibatan Prof. Anang dalam kegiatan tersebut memberikan perspektif akademik mengenai pengembangan kurikulum yang berorientasi pada luaran pembelajaran. Pendekatan OBE menempatkan capaian pembelajaran lulusan sebagai salah satu dasar penting dalam merancang pengalaman belajar mahasiswa.

Dalam pengembangan kurikulum, Prof. Anang mendorong agar visi dan misi program studi tidak berhenti sebagai pernyataan normatif. Visi dan misi perlu diterjemahkan ke dalam struktur kurikulum, capaian pembelajaran, bahan kajian, proses pembelajaran, serta bentuk asesmen yang memungkinkan kompetensi lulusan dapat diukur.

Salah satu perhatian dalam workshop adalah kebutuhan memperkuat penciri keilmuan masing-masing program studi. Penguatan penciri tersebut penting agar setiap program studi memiliki karakter akademik yang jelas sekaligus memiliki pembeda dibandingkan program studi sejenis di perguruan tinggi lainnya.

Menurut bahan kegiatan, evaluasi dan restrukturisasi kurikulum menjadi semakin penting karena peninjauan terakhir di lingkungan FAI Unismuh Palu telah dilakukan pada 2022. Perkembangan kebutuhan stakeholder dan perubahan lingkungan pendidikan tinggi menjadi alasan perlunya kurikulum terus ditinjau dan disesuaikan.

Dalam konteks OBE, kurikulum perlu dirancang dengan memperhatikan keterkaitan antara profil lulusan, capaian pembelajaran lulusan, dan kompetensi yang dibutuhkan pengguna lulusan. Karena itu, keterlibatan praktisi, alumni, serta lembaga mitra dalam proses pengembangan kurikulum menjadi bagian penting untuk memastikan relevansi pendidikan dengan kebutuhan lapangan.

Kehadiran berbagai unsur stakeholder dalam workshop tersebut memberikan ruang dialog antara kebutuhan akademik dan kebutuhan dunia profesi. Masukan dari mitra eksternal dapat menjadi bahan dalam memperkuat penciri program studi sekaligus memastikan kompetensi lulusan memiliki relevansi dengan perkembangan lingkungan kerja dan masyarakat.

Bagi Prof. Anang, pengembangan kurikulum berbasis OBE juga berkaitan dengan bagaimana perguruan tinggi memastikan proses pembelajaran menghasilkan kompetensi yang telah ditetapkan. Dengan demikian, orientasi kurikulum tidak hanya pada apa yang diajarkan dosen, tetapi juga pada apa yang mampu dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran.

Workshop tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan budaya evaluasi di lingkungan FAI Unismuh Palu. Evaluasi kurikulum diperlukan untuk melihat kesesuaian antara rancangan pembelajaran, pelaksanaan, capaian mahasiswa, dan tuntutan stakeholder.

Kontribusi Prof. Anang dalam forum tersebut memperlihatkan kiprah akademisi UNTAD dalam memberikan pendampingan dan berbagi perspektif mengenai pengembangan pendidikan tinggi kepada perguruan tinggi lain. Keterlibatan tersebut juga menjadi bentuk pertukaran pengalaman akademik dalam menghadapi tuntutan perubahan kurikulum dan peningkatan mutu lulusan.

Bagi UNTAD, keterlibatan dosen senior dalam berbagai forum pengembangan kurikulum merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi kepada ekosistem pendidikan tinggi yang lebih luas. Pengalaman akademik yang dimiliki dapat dibagikan melalui forum ilmiah, workshop, pendampingan, maupun kerja sama antarlembaga.

Workshop Kurikulum Berbasis Pendekatan OBE tersebut pada akhirnya tidak hanya membahas penyusunan dokumen kurikulum, tetapi juga mendorong refleksi mengenai arah pengembangan program studi. Penguatan visi-misi, penciri keilmuan, keterlibatan stakeholder, dan orientasi pada capaian lulusan menjadi unsur yang saling berkaitan dalam proses tersebut.

Melalui kegiatan ini, Prof. Anang kembali mengambil bagian dalam penguatan mutu pendidikan tinggi melalui pengembangan kurikulum yang lebih terarah pada capaian pembelajaran. Kehadirannya sebagai akademisi UNTAD sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi kurikulum di lingkungan pendidikan tinggi Indonesia.