Prof. Anang Raih Predikat The Best Presenter pada Konferensi Internasional Pendidikan Kimia

0
45

Bandung – Guru Besar UNTAD, Prof. Anang Wahid Muhammad Diah, M.Si., Ph.D., kembali mengharumkan nama perguruan tinggi di tingkat internasional setelah meraih penghargaan The Best Presenter pada The International Conference on Advances in Chemistry and Chemistry Education (ICoACCE) 2026 yang diselenggarakan di Auditorium JICA FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Sabtu (13/6/2026).

Konferensi internasional yang mengusung tema “Transformative Chemistry and Chemistry Education in the Era of Sustainability and Digitalization” tersebut merupakan rangkaian kegiatan Divisi Pendidikan Himpunan Kimia Indonesia (HKI) bersama Universitas Pendidikan Indonesia. Forum ilmiah ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara, di antaranya Finlandia, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Filipina, serta Indonesia sebagai tuan rumah.

Prof. Anang hadir sebagai oral presenter sekaligus mewakili UNTAD dan Divisi Pendidikan Himpunan Kimia Indonesia. Dalam forum tersebut, ia mempresentasikan hasil penelitian mengenai implementasi kurikulum pendidikan kimia melalui pembelajaran lintas program studi sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi.

Dalam paparannya, Prof. Anang menjelaskan bahwa pembelajaran di luar program studi merupakan salah satu pendekatan yang relevan untuk membangun kompetensi mahasiswa secara lebih utuh. Menurutnya, pengalaman belajar lintas disiplin mampu memperkuat hard skills maupun soft skills yang dibutuhkan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan global.

Ia menguraikan bahwa kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diperkenalkan sejak tahun 2020 telah membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk mengembangkan kurikulum yang lebih fleksibel dan adaptif. Semangat tersebut kemudian dilanjutkan melalui kebijakan Kampus Berdampak, yang menempatkan perguruan tinggi sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, ekonomi, dan lingkungan.

Prof. Anang juga membandingkan implementasi kurikulum di Indonesia dengan berbagai negara yang telah lebih dahulu mengembangkan pembelajaran transdisipliner dan program mobilitas mahasiswa sebagai bagian dari penguatan kompetensi global. Menurutnya, pengalaman belajar berbasis kolaborasi, proyek, dan keterlibatan masyarakat menjadi tren pendidikan tinggi yang semakin berkembang di berbagai belahan dunia.

Melalui hasil penelitian yang dipresentasikan, Prof. Anang menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran lintas program studi pada mahasiswa pendidikan kimia memberikan dampak positif terhadap percepatan masa studi, waktu tunggu memperoleh pekerjaan, serta peningkatan kompetensi lulusan. Meskipun demikian, ia mencatat bahwa pengaruhnya terhadap tingkat pendapatan alumni masih memerlukan kajian lebih lanjut.

Salah satu hal yang menarik dalam presentasi tersebut adalah keterlibatan tiga mahasiswa bimbingan Prof. Anang yang turut mempresentasikan hasil penelitian mereka pada forum internasional tersebut. Menurutnya, keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi ilmiah merupakan bagian dari proses pembinaan kapasitas akademik sekaligus membangun budaya riset sejak dini.

Presentasi yang disampaikan Prof. Anang memperoleh apresiasi tinggi dari peserta maupun dewan penilai. Atas kualitas materi, penyampaian, serta kontribusi ilmiahnya, ia dianugerahi penghargaan The Best Presenter pada kategori “Curriculum Studies and Policy Development in Chemistry Education.”

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusi akademik UNTAD dalam pengembangan pendidikan kimia, khususnya pada bidang kajian kurikulum dan kebijakan pendidikan tinggi. Prestasi ini juga memperkuat posisi Untad dalam jejaring akademik internasional di bidang pendidikan sains.

Selain menjadi ajang diseminasi hasil penelitian, ICoACCE 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antarpeneliti dari berbagai negara untuk bertukar pengalaman mengenai inovasi pembelajaran, pengembangan kurikulum, digitalisasi pendidikan, dan strategi mewujudkan pendidikan kimia yang berkelanjutan di era global.

Bagi Universitas Tadulako, keberhasilan Prof. Anang Wahid Muhammad Diah meraih predikat The Best Presenter sekaligus menunjukkan bahwa hasil-hasil penelitian dosen UNTAD mampu bersaing di forum ilmiah internasional. Prestasi tersebut diharapkan semakin mendorong budaya riset, publikasi internasional, dan keterlibatan mahasiswa dalam berbagai forum akademik global.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here