Palu, 26 Januari 2026__Universitas Tadulako (Untad) kembali meneguhkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik melalui pengukuhan 13 guru besar baru yang berlangsung pada 26 Januari 2026. Momentum akademik ini sekaligus menjadi bagian dari penerimaan anggota baru Dewan Guru Besar (DGB) Untad, sehingga memperkuat peran komunitas ilmiah tertinggi di lingkungan universitas tersebut.
Prosesi pengukuhan diawali dengan penyampaian orasi ilmiah oleh masing-masing dosen yang akan dikukuhkan sebagai guru besar. Orasi tersebut menjadi forum akademik bagi para profesor untuk memaparkan gagasan ilmiah, refleksi penelitian, serta kontribusi keilmuan di bidang masing-masing yang relevan dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
Setelah rangkaian orasi ilmiah tersebut, prosesi pengukuhan guru besar dilakukan langsung oleh Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, sementara prosesi penerimaan anggota baru Dewan Guru Besar dipimpin oleh Ketua DGB Untad, Prof. Dr. Ir. Fathurrahman, MP. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam pengembangan sumber daya akademik Untad yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar aktif Universitas Tadulako yang telah dikukuhkan kini mencapai 134 orang. Jumlah ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam penguatan kapasitas akademik universitas, terutama dalam memperluas kontribusi ilmiah dan kepakaran di berbagai bidang keilmuan.
Rektor Untad dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan jumlah guru besar dalam tiga tahun terakhir merupakan hasil dari berbagai kebijakan strategis yang ditempuh universitas, khususnya dalam penguatan tata kelola akademik dan sistem pembinaan karier dosen. Menurut Rektor, salah satu faktor penting yang berkontribusi terhadap peningkatan jumlah guru besar adalah perluasan fungsi Komite Integritas Akademik (KIA) di lingkungan Universitas Tadulako. KIA tidak hanya menjalankan fungsi validasi terhadap usulan jabatan akademik dosen, tetapi juga memberikan pendampingan intensif bagi para pengusul.
“Komite Integritas Akademik tidak hanya memverifikasi dan memberikan rekomendasi kepada Senat Universitas, tetapi juga melakukan pendampingan bagi para dosen dalam proses pengusulan, termasuk ketika harus melakukan revisi maupun banding atas usulan yang sebelumnya ditolak,” ujar Rektor.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas dokumen akademik yang diajukan oleh para dosen, sekaligus memperbesar peluang keberhasilan dalam proses penilaian jabatan akademik pada tingkat nasional. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Universitas Tadulako telah berhasil menghasilkan 76 orang guru besar baru, sebuah capaian yang menunjukkan percepatan signifikan dalam pengembangan sumber daya akademik universitas. Meski demikian, dari jumlah tersebut masih terdapat 9 orang dosen yang telah memperoleh jabatan guru besar namun belum menjalani prosesi pengukuhan. Menurut rencana, pengukuhan bagi para profesor tersebut akan dilaksanakan setelah perayaan Idul Fitri mendatang.
Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar Untad, Prof. Dr. Ir. Fathurrahman, MP, menyampaikan bahwa penambahan anggota baru Dewan Guru Besar akan semakin memperkuat peran lembaga tersebut dalam memberikan pertimbangan strategis terhadap berbagai kebijakan akademik universitas. Ia menegaskan bahwa Dewan Guru Besar tidak hanya menjadi forum akademik para profesor, tetapi juga berfungsi sebagai ruang pemikiran strategis dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Adapun 13 dosen Universitas Tadulako yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam prosesi tersebut adalah Prof. Dr. Rahmawati, M.P.Kim; Prof. Dr. Nurhayati, S.Ag., M.Pd.I; Prof. Dr. Jamaluddin Sakung, M.Si; Prof. Dr. Padang, MP; Prof. Dr. Syamsuddin Baco, S.H., M.H.; Prof. Dr. Drs. H. Irwan Waris, M.Si; Prof. Dr. I Komang Werdhiana, M.Si; Prof. Dr. Syamsurizal Suleman, M.Si; Prof. Dr. Fathuddin, M.Si; Prof. Dr. Yassir Arafat, M.T; Prof. Dr. Ir. Bakri, S.T., M.Phil; Prof. Dr. Agus Lanini, S.H., M.H.; serta Prof. Dr. Hamzari Palaguna, M.Sc.

