Palu, 16 Januari 2026_Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. I Wayan Sutapa, M.Eng, dipercaya menjadi Dewan Juri dalam ajang Kompetisi Bangunan Air Indonesia (KBAI) Tahun 2026. Keterlibatan tersebut menandai partisipasi aktif akademisi Universitas Tadulako dalam forum ilmiah dan kompetisi nasional di bidang teknik sumber daya air.
Kompetisi Bangunan Air Indonesia merupakan agenda tahunan yang mempertemukan mahasiswa teknik pengairan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk menguji kemampuan analisis, perencanaan, serta inovasi desain bangunan air yang responsif terhadap kebutuhan pembangunan dan tantangan lingkungan.
Pelaksanaan KBAI 2026 digelar dalam dua tahap, yakni sesi daring pada Desember 2025 dan dilanjutkan dengan tahap luring pada 13-15 Februari 2026 di Universitas Brawijaya Malang. Skema ini dirancang untuk menjangkau partisipasi luas sekaligus menjaga kualitas presentasi dan penilaian karya peserta.
Sebagai dewan juri, Prof. Wayan berperan dalam melakukan evaluasi terhadap proposal dan desain teknis yang diajukan peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek ketepatan konsep, kelayakan teknis, inovasi, serta relevansi terhadap persoalan aktual pengelolaan sumber daya air di Indonesia. Kompetisi ini tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga mendorong mahasiswa memahami konteks keberlanjutan, mitigasi risiko bencana, serta efisiensi pengelolaan infrastruktur air. Dengan demikian, ajang ini menjadi bagian dari upaya membentuk calon insinyur yang adaptif terhadap dinamika perubahan iklim dan kebutuhan pembangunan nasional.
Kehadiran Prof. Wayan dalam jajaran juri bersama sejumlah akademisi dan praktisi dari berbagai institusi memperkuat kualitas penilaian. Kolaborasi lintas kampus dan lintas profesi ini menjadi indikator bahwa pengembangan ilmu teknik sumber daya air memerlukan pendekatan multidisipliner. Bagi Universitas Tadulako, keterlibatan dosen senior dalam forum nasional seperti ini mencerminkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam penguatan kapasitas akademik mahasiswa di tingkat nasional. Peran tersebut juga memperluas jejaring akademik sekaligus mempertegas eksistensi Untad dalam pengembangan ilmu teknik.
Melalui kompetisi ini diharapkan lahir gagasan-gagasan konstruktif yang dapat diimplementasikan dalam pembangunan infrastruktur air yang lebih tangguh dan berkelanjutan. KBAI 2026 bukan sekadar kompetisi, tetapi juga forum pembelajaran bersama dalam menjawab tantangan pengelolaan sumber daya air Indonesia ke depan.

