Palu, 14 Agustus 2026 – Guru Besar Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (UNTAD), Prof. Dr. I Wayan Sudarsana, S.Si., M.Si., dipercaya terlibat sebagai tim penyusun soal Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi akademisi UNTAD dalam mendukung penyelenggaraan kompetisi sains nasional bagi peserta didik jenjang SD/MI dan SMP/MTs.
Prof. Wayan ditugaskan oleh FMIPA UNTAD untuk berpartisipasi dalam kegiatan penyusunan soal yang dilaksanakan pada 10–13 Agustus 2026. Penugasan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan dari Ketua Jurusan Fisika dan Matematika FMIPA UNTAD terkait kebutuhan tim penyusun soal OSN tingkat nasional.
Kepercayaan tersebut menunjukkan bahwa kompetensi akademik Prof. Wayan turut dimanfaatkan dalam agenda pengembangan talenta sains pada tingkat nasional. Sebagai dosen pada Program Studi S1 Matematika Jurusan Fisika dan Matematika FMIPA UNTAD, ia memiliki latar keilmuan yang relevan dengan kebutuhan penyusunan instrumen kompetisi matematika dan sains.
Penyusunan soal OSN merupakan tahapan penting dalam memastikan kompetisi berlangsung dengan standar akademik yang baik. Soal tidak hanya dituntut menguji penguasaan materi, tetapi juga perlu dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir dan pemecahan masalah peserta didik sesuai jenjang pendidikannya.
Dalam konteks tersebut, keterlibatan akademisi perguruan tinggi memiliki arti strategis. Pengalaman dan kepakaran dosen dapat memberikan perspektif keilmuan dalam merancang soal yang memiliki tingkat kesulitan, kedalaman materi, serta karakteristik penalaran yang sesuai dengan tujuan kompetisi.
Prof. Wayan menjadi salah satu akademisi UNTAD yang mengambil bagian dalam proses tersebut. Kehadirannya dalam tim penyusun sekaligus memperluas ruang kontribusi dosen perguruan tinggi, dari kegiatan pendidikan dan penelitian di kampus hingga keterlibatan langsung dalam pengembangan kompetisi akademik peserta didik secara nasional.
Kegiatan penyusunan soal OSN Tahun 2026 mencakup jenjang pendidikan dasar, yakni SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat. Kedua jenjang tersebut membutuhkan rancangan soal yang disesuaikan dengan perkembangan kemampuan kognitif peserta didik sekaligus tetap mampu memberikan tantangan akademik dalam kompetisi.
Keterlibatan Prof. Wayan juga mencerminkan hubungan yang semakin erat antara perguruan tinggi dan pengembangan pendidikan dasar. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menyiapkan calon guru dan melakukan penelitian pendidikan, tetapi juga dapat memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sistem pembinaan talenta akademik sejak pendidikan dasar.
Dalam penyusunan soal kompetisi, aspek kualitas instrumen menjadi perhatian penting. Soal harus memiliki kejelasan konstruksi, ketepatan konsep, serta mampu membedakan kemampuan peserta berdasarkan tingkat penguasaan dan penalarannya.
Bagi UNTAD, keterlibatan guru besar dalam kegiatan akademik tingkat nasional menjadi salah satu bentuk kontribusi institusi terhadap penguatan ekosistem pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Kiprah tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kepakaran akademisi UNTAD dapat memberikan manfaat yang lebih luas di luar lingkungan perguruan tinggi.
Kontribusi Prof. Wayan juga memperkuat peran FMIPA UNTAD dalam pengembangan bidang matematika dan sains. Keterlibatan dosen dalam kegiatan nasional semacam ini menjadi ruang untuk mengaplikasikan kompetensi keilmuan sekaligus membangun jejaring akademik dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pembinaan peserta didik.
Selain menjadi bagian dari proses penyusunan soal, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pertukaran pengalaman dan gagasan mengenai pembelajaran matematika dan sains. Interaksi dalam tim penyusun memungkinkan munculnya perspektif baru mengenai bagaimana kemampuan berpikir peserta didik dapat diukur melalui instrumen kompetisi yang berkualitas.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa kompetensi akademik di perguruan tinggi memiliki keterkaitan langsung dengan agenda nasional pengembangan talenta. Para peserta OSN merupakan bagian dari generasi yang dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademik, berpikir kritis, dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Melalui keterlibatan Prof. Wayan, UNTAD turut mengambil bagian dalam memastikan proses pembinaan talenta sains nasional didukung oleh sumber daya akademik yang kompeten. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari kiprah dosen UNTAD dalam menjalankan peran perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan di dalam kampus, tetapi juga memberikan sumbangsih bagi pengembangan pendidikan secara lebih luas.
Kegiatan penyusunan soal OSN Tingkat Nasional Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan akademisi UNTAD dalam agenda pendidikan nasional. Bagi Prof. Wayan, kepercayaan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mengaktualisasikan kepakaran matematika dalam mendukung lahirnya kompetisi sains yang berkualitas bagi peserta didik Indonesia.

