Palu, 19 Juli 2026 – Guru Besar Program Studi Teknik Sipil UNTAD, Prof. Dr. Ir. I Gede Tunas, S.T., M.T., kembali menunjukkan kiprah akademiknya di forum internasional. Ia dipercaya menjadi panelis pada The 2nd International Civil Engineering Forum (ICEF-TAGS) 2026 yang diselenggarakan Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya secara daring pada 18 Juli 2026.
Kepercayaan sebagai panelis dalam konferensi internasional tersebut menjadi pengakuan atas kompetensi Prof. Tunas di bidang teknik sipil, khususnya dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana. Keterlibatan Guru Besar UNTAD ini sekaligus memperkuat kontribusi akademisi UNTAD dalam forum ilmiah yang mempertemukan peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara.
Konferensi mengangkat tema “Advancing Resilient Infrastructure for Climate Change and Disaster Risk Reduction toward Indonesia’s Golden 2045 Vision”, yang menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur tangguh dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana. Berbagai inovasi dan hasil penelitian dipresentasikan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia dan kawasan regional.
Pada forum tersebut, Prof. Tunas membawakan makalah mengenai pengendalian struktur pada tikungan sungai (structural control at river bends) sebagai salah satu pendekatan rekayasa untuk mengurangi risiko kerusakan akibat erosi, gerusan tebing sungai, dan banjir. Topik tersebut menjadi salah satu isu penting mengingat semakin meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi sebagai dampak perubahan iklim.
Dalam pemaparannya, Prof. Tunas menjelaskan bahwa karakteristik aliran pada tikungan sungai sering menimbulkan konsentrasi energi yang menyebabkan erosi pada sisi luar tikungan. Jika tidak dikendalikan dengan baik, kondisi tersebut dapat mengancam permukiman, infrastruktur, lahan pertanian, maupun fasilitas publik yang berada di sepanjang daerah aliran sungai. Menurutnya, penerapan berbagai bangunan pengendali sungai harus didasarkan pada kajian hidrolika dan hidrologi yang komprehensif sehingga mampu mengurangi potensi kerusakan sekaligus menjaga stabilitas alur sungai dalam jangka panjang.
Prof. Tunas juga menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pengendali sungai tidak dapat dipisahkan dari upaya mitigasi bencana. Infrastruktur yang dirancang secara tepat tidak hanya melindungi kawasan sekitar sungai, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim.
Sebagai akademisi, Prof. Tunas menilai bahwa hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi harus terus didorong agar dapat diimplementasikan dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur. Sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan praktisi menjadi faktor penting dalam menghasilkan solusi yang efektif terhadap berbagai persoalan kebencanaan.
Konferensi internasional tersebut diawali dengan paparan dari dua keynote speaker, salah satunya Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., Wali Kota Surabaya, yang menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim dan risiko bencana. Selanjutnya, berbagai panel diskusi menghadirkan akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi untuk berbagi hasil riset dan inovasi di bidang teknik sipil.
Keikutsertaan Prof. Tunas sebagai panelis menunjukkan bahwa kepakaran dosen UNTAD semakin diakui dalam forum ilmiah internasional. Forum tersebut menjadi media strategis untuk memperkenalkan hasil penelitian sekaligus memperluas jejaring kolaborasi akademik dengan berbagai institusi di dalam maupun luar negeri.
Bagi UNTAD, partisipasi Guru Besar Teknik Sipil dalam ICEF-TAGS 2026 merupakan bagian dari komitmen institusi untuk terus mendorong dosen tampil aktif dalam forum internasional. Melalui diseminasi hasil penelitian, perguruan tinggi diharapkan semakin berkontribusi dalam menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan nasional, khususnya di bidang infrastruktur dan mitigasi bencana.
Kontribusi Prof. Tunas dalam konferensi ini sekaligus mempertegas peran UNTAD sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan penelitian berkualitas, tetapi juga aktif menawarkan solusi ilmiah terhadap berbagai tantangan pembangunan, termasuk penguatan ketahanan infrastruktur di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan bencana alam

