Palu, 05 Maret 2026__Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar kegiatan sosialisasi layanan kepegawaian terkait kenaikan jabatan akademik dosen dengan menghadirkan Prof Jusman Mansyur dari tim Komite Integritas Akademik Universitas Tadulako sebagai narasumber dalam sebuah sharing session yang berlangsung secara akademik dan interaktif. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik pengelolaan pengusulan jabatan akademik dosen, khususnya untuk jenjang Lektor Kepala dan Guru Besar.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Nusa Cendana. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan sistem layanan kepegawaian yang transparan, akuntabel, dan efisien agar proses kenaikan jabatan dosen dapat berjalan lebih efektif. Dalam kegiatan tersebut, Prof Jusman memaparkan pengalaman institusinya dalam mengelola proses pengusulan jabatan akademik dosen melalui pendekatan pendampingan dan pembinaan yang sistematis. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan kualitas dokumen usulan serta memperbesar peluang kelulusan para dosen yang mengajukan kenaikan jabatan.
Paparan utama disampaikan mengenai praktik terbaik pengusulan jabatan akademik di Universitas Tadulako, yang menekankan pentingnya proses validasi, pendampingan, atau coaching terhadap para pengusul sebelum dokumen diajukan ke tingkat nasional. Dalam praktiknya, tim di Universitas Tadulako tidak hanya melakukan pemeriksaan administratif, tetapi juga memberikan sentuhan akademik terhadap dokumen usulan. Melalui proses coaching tersebut, berbagai potensi yang dimiliki oleh dosen pengusul dapat dipoles sehingga memenuhi standar penilaian yang ditetapkan oleh kementerian.
Pendampingan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kelengkapan dokumen, uji similaritas, kejelasan bukti korespondensi dengan jurnal ilmiah, hingga strategi menanggapi penolakan asesor. Tim juga membantu memastikan bahwa setiap dokumen pendukung telah tersusun secara sistematis dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah penggunaan panduan teknis dan Standard Operating Procedure (SOP) pengusulan jabatan akademik yang telah dikembangkan di Universitas Tadulako. Panduan tersebut bertujuan membantu dosen melakukan pengecekan mandiri terhadap seluruh dokumen yang diperlukan sebelum pengajuan dilakukan. Selain itu, sistem self-check list yang diterapkan menjadi instrumen penting dalam memastikan kelengkapan administrasi dan substansi akademik. Dengan mekanisme tersebut, dosen dapat mengetahui lebih awal bagian mana yang masih perlu diperbaiki sebelum dokumen masuk ke tahap penilaian internal eksternal.
Prof Jusman juga menjelaskan bahwa pendekatan pendampingan dilakukan oleh tim secara kelompok maupun individual, luring, daring, bahkan melalui WA. Melalui diskusi intensif dan konsultasi langsung, dosen pengusul dapat memperoleh masukan strategis terkait perbaikan penataan dokumen usulan, penyajian link korespondensi, bukti-bukti review di jurnal, maupun dokumen pendukung lainnya.
Dalam paparannya, Prof Jusman juga menjelaskan berbagai kendala yang pernah dan sering muncul dalam proses pengusulan jabatan akademik. Salah satunya adalah dokumen yang tidak tertata dengan baik atau kurang lengkap sehingga menyulitkan proses verifikasi dan penilaian oleh tim penilai internal maupun eksternal. Keberadaan panduan teknis yang disusun, sangat membantu dalam mengatasi kendala tersebut. Melalui sistem pendampingan tersebut, Universitas Tadulako berupaya memastikan bahwa setiap dokumen usulan maupun revisi usukan telah dipersiapkan secara optimal sebelum diajukan ke kementerian. Pendekatan ini terbukti membantu meningkatkan peluang kelulusan pengusul baik pada jenjang Lektor Kepala maupun Guru Besar.
Kegiatan sharing session ini juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab yang melibatkan tim Komite Integritas Akademik Universitas Udayana. Dalam sesi tersebut, pertanyaan juga diajukan terkait implementasi regulasi terbaru, mekanisme validasi dokumen, serta strategi peningkatan kualitas pengusulan jabatan akademik dosen. Diskusi berlangsung dinamis dengan pertukaran pandangan antara peserta dan narasumber mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan layanan kepegawaian di perguruan tinggi. Para peserta juga memperoleh gambaran mengenai strategi adaptasi terhadap kebijakan baru terkait pengembangan karier dosen.
Melalui kegiatan ini, diharapkan praktik baik yang telah dikembangkan di Universitas Tadulako dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain dalam memperkuat sistem pembinaan karier dosen dan memandang dosen sebagai aset yang berharga bagi instutusi. Pendekatan berbasis pendampingan atau coaching dinilai menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pengusulan jabatan akademik.
Sharing session tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dalam berbagi pengalaman dan strategi pengelolaan sumber daya manusia akademik. Dengan kerja sama semacam ini, perguruan tinggi di Indonesia diharapkan mampu memperkuat kualitas dosen sekaligus meningkatkan jumlah akademisi yang berhasil meraih jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar.

