Karawang, 4–5 Desember 2025 — Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menyelenggarakan rangkaian kegiatan strategis berupa Sosialisasi Penguatan Capaian Mobilitas Mahasiswa dan Lokakarya Pengembangan Panduan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembelajaran di Luar Kampus, menghadirkan Prof. Drs. Anang Wahid Muhammad Diah, M.Si., Ph.D., CIT, CIIQA sebagai narasumber utama. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNSIKA dalam mengimplementasikan kebijakan nasional Kampus Berdampak.
Kebijakan Kampus Berdampak — yang merupakan transformasi dari program Kampus Merdeka — menuntut perguruan tinggi untuk melaporkan kinerja secara terukur melalui Indikator Kinerja Utama (IKU). Salah satu penyesuaian utama adalah pergeseran target pembelajaran di luar kampus dari IKU-2 menjadi IKU-3, yang menegaskan pentingnya rekognisi dan dampak aktivitas mahasiswa terhadap dunia kerja, masyarakat, dan mitra eksternal.
Kegiatan sosialisasi pada 4 Desember 2025 dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNSIKA, Prof. Dr. Saryono, S.Kp., M.Kes. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada Prof. Anang atas kesediaannya berbagi praktik baik yang telah berhasil diterapkan di Universitas Tadulako. Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi tuntutan penting dalam era transformasi pendidikan tinggi.
Acara ini dihadiri oleh para pimpinan fakultas, Wakil Dekan Bidang Akademik, Ketua Jurusan, Koordinator Program Studi, Kepala LPMPP Dr. Winarto, ST., MT., Ph.D., Sekretaris LPMPP Dr. Ega Trisna Rahayu, serta tim perwakilan fakultas dan unit pendukung lainnya. Keberadaan para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan keseriusan UNSIKA memperkuat tata kelola pembelajaran luar kampus.
Dalam paparannya, Prof. Anang menjelaskan pentingnya program pembelajaran di luar kampus sebagai penyumbang utama IKU-3. Ia menegaskan bahwa kegiatan mobilitas mahasiswa memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman lintas fakultas, lintas institusi, serta bekerja sama dengan mitra industri, sekolah, pemerintah, desa, maupun komunitas.
Prof. Anang juga mendorong peserta untuk merumuskan aktivitas pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan program studi serta kondisi mitra. Ia menekankan bahwa program mobilitas harus inovatif, kolaboratif, dan memiliki dampak ekonomi, sosial, serta kultural bagi masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis, melibatkan penyampaian kendala, solusi alternatif, dan peluang implementasi di lapangan.
Ia mengungkapkan bahwa tantangan yang dihadapi UNSIKA serupa dengan banyak perguruan tinggi lain, yaitu perlunya peningkatan komitmen sivitas akademika, fleksibilitas kurikulum, dan kerja sama yang kuat dengan mitra eksternal. Perencanaan aktivitas dan kesepakatan rekognisi kompetensi — baik soft skills maupun hard skills — juga menjadi isu penting yang harus ditata dengan baik.
Prof. Anang turut menegaskan peran penting dosen pembimbing. Sesuai Permendiktisaintek Pasal 16 Ayat 6, seluruh proses pembelajaran luar kampus harus dilakukan dengan bimbingan dosen atau pembimbing yang ditetapkan perguruan tinggi. Penjaminan mutu kegiatan sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif para pembimbing tersebut.
Pada hari kedua, 5 Desember 2025, kegiatan dilanjutkan dengan Lokakarya Pengembangan Panduan Monev Pembelajaran Luar Kampus yang berlangsung di Aula Rektorat UNSIKA. Prof. Anang kembali memimpin sesi dan memaparkan urgensi Monev sebagai bagian integral dari siklus penjaminan mutu PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan).
Peserta diajak menelaah standar dan target yang telah ditetapkan, kemudian memetakan alur implementasi kegiatan untuk menghasilkan butir-butir pertanyaan Monev yang dapat digunakan sebagai acuan perbaikan. Prof. Anang juga memberikan contoh nyata yang telah dijalankan di Universitas Tadulako, mulai dari proses analisis hingga menjadi bahan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) tingkat universitas.
Pada sesi lanjutan di sore hari, Prof. Anang bersama Tim LPMPP melakukan analisis capaian kinerja pembelajaran luar kampus. Berbagai temuan, capaian, hambatan, serta alternatif solusi dibahas secara mendalam. Diskusi juga menyinggung peluang aktivitas baru baik dalam negeri maupun luar negeri, disesuaikan dengan jejaring kemitraan yang dapat dibangun oleh program studi dan fakultas di UNSIKA.
Kegiatan dua hari ini menghasilkan sejumlah rekomendasi penting yang akan menjadi dasar penyempurnaan program pembelajaran luar kampampus di UNSIKA. Dengan komitmen kuat berbagai pihak, UNSIKA menegaskan kesiapannya memperkuat implementasi Kampus Berdampak melalui peningkatan kualitas mobilitas mahasiswa.
Prof. Anang menutup kegiatan dengan pesan bahwa mobilitas mahasiswa bukan sekadar pemenuhan IKU, tetapi investasi jangka panjang untuk membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan kompetitif di masa depan.


