Rumuskan Arah Mobilitas Mahasiswa, Prof. Anang Tekankan Pentingnya Dampak dan Kolaborasi

0
158

Palu, 1 Desember 2025 — Universitas Tadulako melalui Pusat Mobilitas Mahasiswa (PMM) LPPM menyelenggarakan Workshop Mobilitas Mahasiswa di Hotel Best Western Palu. Kegiatan strategis ini menghadirkan Prof. Drs. Anang Wahid Muhammad Diah, M.Si., Ph.D., CIT, CIIQA sebagai narasumber utama sekaligus Kepala PMM, yang memimpin diskusi mengenai perumusan kegiatan mobilitas mahasiswa tahun 2026.

Workshop dibuka oleh Kepala LPPM, Dr. Lukman, M.Hum, yang menegaskan bahwa implementasi kebijakan Kampus Berdampak membutuhkan kolaborasi yang kuat antara universitas dan mitra eksternal. Ia menyampaikan bahwa kegiatan mobilitas mahasiswa harus terencana, relevan, dan menghasilkan dampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat.

Dalam paparannya, Prof. Anang menekankan bahwa mobilitas mahasiswa merupakan salah satu instrumen kunci untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, jejaring profesional, serta kesiapan karier alumni. Menurutnya, aktivitas mobilitas lintas fakultas, lintas institusi, dan lintas sektor adalah wujud nyata dari model pembelajaran modern yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Sebagai Kepala PMM, Prof. Anang mengajak seluruh peserta workshop—pimpinan fakultas, jurusan, program studi, dan unit pendukung—untuk bersama-sama merumuskan aktivitas mahasiswa yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berdampak. Ia menegaskan bahwa penyusunan aktivitas mobilitas harus mengikuti kebutuhan program studi sekaligus mendukung pencapaian berbagai Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Tadulako.

Dalam diskusinya, Prof. Anang menjelaskan bagaimana aktivitas mitra dapat memberi kontribusi langsung pada IKU-2 (kelulusan tepat waktu dan kesiapan kerja), IKU-3 (prestasi mahasiswa di luar prodi), IKU-5 (luaran kerja sama), dan IKU-7 (kontribusi perguruan tinggi terhadap SDGs). Ia menekankan bahwa setiap program mobilitas harus memiliki peta dampak yang terukur dan terstruktur.

Workshop ini dihadiri sekitar 100 peserta, terdiri dari unsur pimpinan akademik serta perwakilan mitra eksternal, antara lain 5 pemerintah desa/kelurahan, 5 satuan pendidikan, 14 lembaga dari dinas, industri, UMKM, serta institusi provinsi dan kota. Keterlibatan mitra menunjukkan komitmen UNTAD untuk memperluas kerja sama yang saling menguatkan.

Selain Prof. Anang, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber mitra dari tiga program mobilitas utama. Nurdin M, Kepala Desa Kalukunangka, memaparkan potensi kolaborasi desa wisata dan program bina desa. Zaki Sibawaih, S.Pd., Gr, guru SDN 2 Besusu Palu, berbagi praktik terbaik dari program Asistensi Mengajar Terintegrasi. Sementara itu, Mardiyah, ST, AWP, QWP, CFP, AEPP, QLP, Direktur PT Hannah Asa Indonesia, menguraikan urgensi magang terintegrasi dalam membangun kompetensi profesional mahasiswa.

Ketiga narasumber tersebut menggarisbawahi bahwa program mobilitas telah memberikan perubahan positif bagi masyarakat desa, lembaga pendidikan, dan sektor industri. Dampak tersebut meliputi peningkatan kapasitas, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan literasi keuangan dan manajerial.

Prof. Anang kemudian mengarahkan peserta untuk menyusun Rencana Kerja Mobilitas Mahasiswa 2026, termasuk pemetaan kebutuhan mitra, inovasi aktivitas mahasiswa, serta penguatan sinergi antara program studi dan lembaga eksternal. Dokumen rencana aktivitas ini menjadi landasan penting bagi keberlanjutan program mobilitas di Universitas Tadulako.

Dalam sesi diskusi terbuka, Prof. Anang menyoroti perlunya keselarasan sudut pandang antara perguruan tinggi dan mitra agar program mobilitas memiliki nilai manfaat maksimal. Ia menekankan bahwa identifikasi kebutuhan riil di lapangan menjadi dasar penting dalam merancang aktivitas mahasiswa yang relevan dan berorientasi dampak.

Para peserta menyambut baik arahan tersebut, dan banyak di antara mereka memberikan masukan mengenai peluang kerja sama baru, peningkatan kualitas pendampingan mahasiswa, serta mekanisme evaluasi yang lebih komprehensif.

Di akhir kegiatan, Prof. Anang menegaskan kembali bahwa mobilitas mahasiswa adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas lulusan UNTAD. “Mobilitas bukan sekadar program, tetapi jalan untuk membuka peluang karier dan membangun daya saing alumni di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Workshop yang berlangsung sepanjang hari tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting yang akan menjadi bagian dari dokumen resmi PMM Tahun 2026. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama untuk memperkuat implementasi Kampus Berdampak di Universitas Tadulako.