Prof. Anang Sampaikan Gagasan Mobilitas Mahasiswa dan Daya Saing Global pada ICE 2025

0
126

Palu, 16 November 2025 — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako kembali menjadi pusat perhatian akademisi internasional melalui penyelenggaraan The 3rd International Conference on Education (ICE) 2025 yang berlangsung di Swiss-Belhotel Palu. Salah satu sorotan utama konferensi ini adalah kehadiran Prof. Anang sebagai Keynote Speaker, yang menyampaikan presentasi bertajuk “The Impact of Student Mobility on Graduate Employability and Competency Development: A Mixed-Methods Study at Tadulako University.”

Dalam paparannya, Prof. Anang mengawali sesi dengan menekankan urgensi transformasi pendidikan yang selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, khususnya sejak Indonesia memasuki generasi ke-4 pendidikan tinggi. Transformasi tersebut, menurutnya, harus menghadirkan inovasi, relevansi, dan dampak nyata terhadap perkembangan sosial, ekonomi, serta kemasyarakatan.

Ia menyoroti berbagai aktivitas mobilitas mahasiswa yang dijalankan Universitas Tadulako, terutama melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program ini, jelasnya, telah memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa, baik dalam pemendekan masa tunggu kerja, perluasan jaringan profesional, maupun peningkatan kompetensi yang relevan dengan pasar kerja global.

Prof. Anang menegaskan bahwa hasil penelitiannya menunjukkan adanya hubungan kuat antara pengalaman mobilitas mahasiswa dan peningkatan employability lulusan. Mahasiswa yang mengikuti program pertukaran, magang industri, riset kolaboratif, dan asistensi mengajar memiliki kesiapan lebih baik dalam memasuki dunia kerja.

Namun demikian, ia tidak menutup mata terhadap tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam mengimplementasikan mobilitas mahasiswa. Tantangan tersebut meliputi kurikulum yang belum cukup fleksibel, kesulitan menjalin kemitraan strategis, serta lemahnya komitmen beberapa program studi dalam perencanaan dan tindak lanjut pelaksanaan kegiatan internasional.

Menurutnya, perguruan tinggi harus berani beradaptasi dengan mengembangkan kurikulum yang lebih terbuka dan responsif terhadap kebutuhan global. “Perguruan tinggi harus memfasilitasi mahasiswa untuk bergerak, berjejaring, dan belajar dari luar kelas. Dunia kerja kini menuntut kompetensi lintas budaya dan kemampuan adaptasi,” ujar Prof. Anang.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan institusi dalam memantapkan perencanaan dan keberlanjutan program mobilitas. Dengan komitmen yang kuat dari pimpinan universitas, fakultas, dan program studi, program MBKM dapat memberikan dampak lebih masif dalam peningkatan kualitas lulusan.

Konferensi internasional ICE 2025 ini turut menghadirkan berbagai pembicara dari dalam dan luar negeri, memperkaya perspektif peserta mengenai pengembangan pendidikan di era global. Kegiatan mencakup presentasi ilmiah, sesi panel, hingga forum akademik yang mempertemukan para peneliti lintas negara.

Peserta konferensi juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Prof. Anang Materinya dinilai memberikan fondasi konseptual dan empiris yang kuat bagi pengembangan kebijakan mobilitas mahasiswa, terutama dalam konteks peningkatan daya saing lulusan.

Dalam proses seremonial, panitia konferensi menyerahkan plakat penghargaan kepada Prof. Anang sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya. Momen tersebut turut diabadikan bersama para pembicara internasional lainnya.

Dengan terselenggaranya ICE 2025, FKIP Universitas Tadulako menegaskan komitmennya untuk terus berperan dalam gerakan peningkatan kualitas pendidikan global. Kehadiran Prof. Anang sebagai keynote speaker menjadi bukti kiprah akademisi UNTAD dalam mendorong terwujudnya alumni yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tingkat internasional.